TANGERANG – Babak 32 besar Piala Dunia 2026 belum berhenti menghadirkan kejutan. Setelah Jerman dan Belanda lebih dulu tersingkir secara dramatis, kini dua kekuatan Eropa, Spanyol dan Portugal, bersiap menjalani laga hidup-mati. Di atas kertas keduanya masih lebih diunggulkan, namun Austria dan Kroasia datang dengan modal kepercayaan diri tinggi dan reputasi sebagai tim yang kerap merepotkan negara-negara favorit.
Laga pertama mempertemukan Spanyol kontra Austria. La Roja datang dengan identitas permainan berbasis penguasaan bola, kombinasi umpan pendek, dan tekanan tinggi sejak awal pertandingan. Sementara Austria dikenal memiliki organisasi pertahanan yang disiplin, agresif dalam duel fisik, serta mampu memanfaatkan serangan balik dengan cepat. Jika Spanyol gagal mencetak gol pada babak pertama, pertandingan diperkirakan akan berlangsung jauh lebih rumit.
Sementara itu, duel Portugal melawan Kroasia diprediksi menjadi salah satu pertandingan terbaik di babak gugur. Portugal memiliki regenerasi pemain yang impresif dengan lini depan yang eksplosif, sedangkan Kroasia tetap mengandalkan pengalaman, ketenangan, dan kemampuan mengendalikan tempo pertandingan. Mental bertanding Kroasia di fase gugur menjadi modal yang tidak boleh diremehkan.
Mantan pelatih Arsenal, Arsène Wenger, yang kini menjabat Kepala Pengembangan Sepak Bola Global FIFA, menilai fase gugur selalu menghadirkan dinamika berbeda dibanding penyisihan grup.
“Di fase gugur, yang menentukan bukan hanya kualitas individu, tetapi kemampuan mengelola tekanan. Satu kesalahan kecil bisa mengubah seluruh pertandingan.”
Pandangan senada disampaikan mantan pelatih tim nasional Inggris Fabio Capello. Menurutnya, Portugal memiliki kualitas menyerang yang luar biasa, tetapi Kroasia merupakan lawan yang sangat berbahaya ketika pertandingan berjalan ketat.
“Kroasia memiliki pengalaman luar biasa di turnamen besar. Mereka tahu bagaimana menjaga ritme permainan dan tetap tenang dalam tekanan. Portugal harus tampil efektif jika ingin lolos.”
Legenda Manchester United sekaligus analis sepak bola Gary Neville menilai Spanyol tetap menjadi favorit menghadapi Austria karena kualitas kolektif yang konsisten. Namun ia mengingatkan bahwa Austria bukan lawan yang mudah ditembus.
“Spanyol menguasai bola dengan sangat baik, tetapi Austria akan mencoba membuat pertandingan menjadi fisik dan tidak nyaman. Itu akan menjadi tantangan terbesar bagi La Roja.”
Pengamat sepak bola Eropa Guillem Balagué juga memperkirakan Portugal akan menghadapi laga yang lebih sulit dibanding Spanyol. Menurutnya, Kroasia memiliki tradisi tampil luar biasa di fase gugur berkat pengalaman para pemainnya menghadapi pertandingan-pertandingan bertekanan tinggi.
Melihat performa sejak fase grup, Spanyol masih dinilai memiliki peluang lebih besar untuk melaju. Namun Portugal diperkirakan harus bekerja lebih keras menghadapi Kroasia yang terkenal tangguh dalam laga eliminasi. Jika pertandingan berjalan hingga babak tambahan, faktor kebugaran dan mental akan menjadi pembeda.
Prediksi Skor
Spanyol 2-0 Austria
Portugal 2-1 Kroasia (berpotensi hingga babak tambahan)



