TANGSEL – Dampak musim kemarau mulai dirasakan masyarakat di sejumlah wilayah Kota Tangerang Selatan (Tangsel). Menyikapi kondisi tersebut, Polres Tangerang Selatan menyalurkan bantuan air bersih kepada warga Kampung Kranggan, Kecamatan Setu, sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang mengalami kesulitan memperoleh air untuk kebutuhan sehari-hari.
Bantuan tersebut dipusatkan di wilayah RT 13/RW 05 Kampung Kranggan, salah satu kawasan yang mulai mengalami penurunan ketersediaan air bersih. Sejak distribusi dimulai, puluhan warga tampak mengantre dengan tertib sambil membawa galon, ember, jeriken, hingga berbagai wadah penampungan lainnya untuk mendapatkan pasokan air.
Kapolres Tangerang Selatan AKBP Boy Jumalolo mengatakan, penyaluran bantuan ini merupakan langkah cepat kepolisian dalam membantu masyarakat memenuhi kebutuhan dasar di tengah meningkatnya dampak musim kemarau yang melanda sejumlah wilayah di Tangerang Selatan.
“Kami hadir untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat. Bantuan air bersih ini diharapkan dapat meringankan beban warga, khususnya dalam memenuhi kebutuhan rumah tangga sehari-hari,” ujar Boy.
Tak hanya menyalurkan air bersih, jajaran Polres Tangsel juga berdialog dengan perangkat RT, RW, dan tokoh masyarakat setempat untuk memetakan kebutuhan warga sekaligus memastikan distribusi bantuan berjalan tepat sasaran. Langkah tersebut dilakukan agar penanganan dampak kekeringan dapat berlangsung lebih efektif apabila kondisi cuaca kering terus berlanjut.
Menurut Boy, Polres Tangerang Selatan bersama seluruh jajaran Polsek akan terus berkoordinasi dengan Pemerintah Kota Tangerang Selatan, BPBD, serta instansi terkait guna mengidentifikasi wilayah lain yang berpotensi mengalami krisis air bersih. Upaya ini menjadi bagian dari komitmen kepolisian dalam memberikan pelayanan kemanusiaan secara cepat dan berkelanjutan.
“Polri akan terus berupaya memberikan pelayanan dan bantuan kemanusiaan secara cepat, tepat sasaran, dan berkelanjutan,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap meningkatnya risiko kebakaran selama musim kemarau. Cuaca panas dan minimnya curah hujan dinilai dapat mempercepat penyebaran api, terutama di kawasan permukiman maupun lahan terbuka.
“Musim kemarau meningkatkan risiko terjadinya kebakaran. Kami mengimbau masyarakat untuk tidak membakar sampah maupun lahan kosong, serta tidak membuang puntung rokok sembarangan guna mencegah kebakaran yang membahayakan permukiman,” kata Budi.
Ia menambahkan, kegiatan penyaluran air bersih tersebut juga menjadi implementasi program Jaga Jakarta+, yang mengedepankan pelayanan kepolisian yang responsif, humanis, dan hadir langsung di tengah masyarakat. Masyarakat yang membutuhkan bantuan darurat maupun pelayanan kepolisian juga diimbau memanfaatkan Call Center Polri 110 yang beroperasi selama 24 jam atau menghubungi kantor kepolisian terdekat.
Berdasarkan prakiraan musim kemarau tahun ini, sejumlah wilayah di Jabodetabek diperkirakan masih berpotensi mengalami kekeringan hingga beberapa pekan ke depan. Karena itu, kolaborasi antara pemerintah daerah, aparat keamanan, dan masyarakat dinilai menjadi kunci untuk meminimalkan dampak krisis air bersih sekaligus mencegah terjadinya kebakaran akibat cuaca ekstrem. (red)



