Kamis, Mei 21, 2026
BerandaBANTENPemkab Tangerang Dorong Kawasan Metropolitan Terintegrasi Bersama DKI Jakarta

Pemkab Tangerang Dorong Kawasan Metropolitan Terintegrasi Bersama DKI Jakarta

JAKARTA – Pemerintah Kabupaten Tangerang memperkuat sinergi pembangunan kawasan metropolitan bersama Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan Pemerintah Provinsi Banten. Komitmen itu ditandai melalui pertemuan strategis yang digelar di Balai Kota Jakarta, Rabu (20/05/2026), melibatkan Moch Maesyal Rasyid, Pramono Anung, dan Andra Soni.

Pertemuan lintas wilayah tersebut membahas berbagai isu strategis kawasan aglomerasi Jabodetabek, mulai dari pengelolaan sampah, pengendalian banjir, transportasi massal, hingga optimalisasi aset lahan milik Pemprov DKI Jakarta di wilayah Kabupaten Tangerang.

Salah satu agenda utama yang menjadi perhatian adalah rencana pemanfaatan lahan seluas 95 hektar milik Pemprov DKI Jakarta di Desa Ciangir, Kecamatan Legok, Kabupaten Tangerang. Kawasan tersebut direncanakan menjadi area pengembangan terpadu yang mencakup sektor pertanian, permukiman, hingga infrastruktur pendukung.

“Pak Gubernur DKI ingin agar lahan Pemda DKI yang ada di Desa Ciangir ini bisa membawa manfaat nyata bagi masyarakat sekitar, sekaligus menyukseskan program-program strategis Presiden Republik Indonesia,” ujar Maesyal Rasyid.

Ia menjelaskan, sekitar 1,4 hektar lahan saat ini telah dimanfaatkan untuk fasilitas lembaga pemasyarakatan. Sedangkan sisanya akan dibagi untuk pengembangan kawasan pertanian sekitar 38 hektar dan permukiman seluas 47 hektar. Dalam kawasan tersebut juga direncanakan pembangunan tandon air sebagai bagian dari sistem pengelolaan sumber daya air.

Menurut Maesyal, pembahasan teknis terkait pemanfaatan lahan akan segera ditindaklanjuti oleh perangkat daerah dari Pemprov DKI Jakarta dan Pemkab Tangerang agar pengembangan kawasan bisa berjalan terarah dan memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar.

Selain pengembangan kawasan, pertemuan juga membahas penanganan persoalan lingkungan yang selama ini menjadi tantangan bersama wilayah aglomerasi, khususnya pengelolaan sampah dan banjir. Pemerintah pusat sendiri telah menetapkan wilayah Banten sebagai salah satu lokasi strategis pengembangan proyek nasional Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) atau PLTSa.

Gubernur Banten, Andra Soni, menegaskan hubungan antara Jakarta dan Banten harus diperkuat melalui kerja sama konkret karena kedua wilayah saling terhubung dalam aktivitas ekonomi maupun mobilitas masyarakat.

“Jakarta membutuhkan Banten, dan Banten juga membutuhkan Jakarta. Fokus kerja sama ini adalah pengelolaan sampah, penanggulangan banjir, dan transportasi,” ujar Andra.

Dalam sektor pengendalian banjir, para kepala daerah juga membahas rencana pembangunan embung besar melalui kolaborasi lintas pemerintah daerah. Infrastruktur tersebut diharapkan mampu mengendalikan debit air saat musim hujan sekaligus menjadi sumber air baku bagi masyarakat di wilayah Tangerang Raya.

Sementara di bidang transportasi, pengembangan jalur Mass Rapid Transit menuju Tangerang masih terus dibahas dalam tahap kajian teknis. Proyek ini dinilai penting untuk memperkuat konektivitas antardaerah sekaligus mengurangi kemacetan di kawasan penyangga ibu kota.

Pertemuan tersebut menjadi langkah awal memperkuat pembangunan kawasan metropolitan yang lebih modern, terintegrasi, dan berkelanjutan. Pemerintah berharap kolaborasi lintas daerah ini mampu menghadirkan solusi nyata bagi persoalan perkotaan sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat Jabodetabek. (red)

RELATED ARTICLES
- Advertisment -spot_img

Berita Terbaru