TANGERANG – Wacana perpanjangan jalur Moda Raya Terpadu (MRT) menuju wilayah Tangerang Raya kembali menguat dalam sejumlah pembahasan lintas pemerintah daerah. Proyek transportasi massal tersebut dinilai menjadi salah satu solusi jangka panjang untuk mengurangi kemacetan sekaligus meningkatkan konektivitas antara Jakarta dengan kawasan penyangga yang terus berkembang.
Saat ini, pengembangan MRT menuju Tangerang masih berada dalam tahap kajian dan perencanaan. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bersama pemerintah daerah di Banten terus membahas kemungkinan integrasi jaringan transportasi massal yang mampu melayani mobilitas jutaan warga yang setiap hari beraktivitas di kawasan Jabodetabek.
Gubernur Banten, Andra Soni mengatakan pengembangan transportasi menjadi salah satu fokus kerja sama antara Pemerintah Provinsi Banten dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Menurutnya, konektivitas antardaerah harus diperkuat agar pergerakan masyarakat dan aktivitas ekonomi semakin efisien.
“Jakarta membutuhkan Banten dan Banten juga membutuhkan Jakarta. Salah satu fokus kerja sama yang sedang dibahas adalah transportasi,” ujar Andra Soni dalam pertemuan bersama Pemerintah Provinsi DKI Jakarta beberapa waktu lalu.
Tangerang Raya sendiri menjadi salah satu wilayah dengan tingkat mobilitas tertinggi di Indonesia. Ribuan warga dari Kota Tangerang, Kabupaten Tangerang, dan Kota Tangerang Selatan setiap hari melakukan perjalanan menuju Jakarta untuk bekerja, bersekolah, maupun menjalankan aktivitas usaha. Kondisi tersebut menyebabkan kepadatan lalu lintas di sejumlah koridor utama seperti Jalan MH Thamrin Tangerang, Jalan Daan Mogot, Jalan Raya Serpong, hingga ruas Tol Jakarta–Tangerang.
Pengamat transportasi perkotaan, Djoko Setijowarno, menilai kehadiran MRT dapat menjadi alternatif transportasi yang lebih cepat, nyaman, dan ramah lingkungan dibanding ketergantungan pada kendaraan pribadi. Selain mengurangi kemacetan, sistem transportasi berbasis rel juga berpotensi menekan emisi karbon di kawasan perkotaan.
Sejumlah koridor yang pernah masuk dalam kajian pengembangan MRT antara lain rute Jakarta–Alam Sutera, Jakarta–BSD City, hingga koneksi menuju kawasan pusat pemerintahan dan bisnis di Tangerang Raya. Kawasan-kawasan tersebut memiliki kepadatan penduduk tinggi serta aktivitas ekonomi yang terus tumbuh sehingga dianggap layak menjadi bagian dari jaringan transportasi massal modern.
Wakil Wali Kota Tangerang Selatan, Pilar Saga Ichsan sebelumnya juga menyampaikan dukungannya terhadap pengembangan transportasi massal terintegrasi menuju Tangsel. Menurutnya, peningkatan akses transportasi akan memberikan dampak positif terhadap investasi, pertumbuhan ekonomi, dan kualitas hidup masyarakat.
Meski demikian, realisasi proyek MRT menuju Tangerang masih membutuhkan berbagai tahapan, mulai dari studi kelayakan, penentuan trase, penyediaan lahan, hingga skema pembiayaan. Pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan pihak terkait harus memastikan proyek tersebut dapat berjalan secara efektif dan memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat.
Bagi warga Tangerang Raya, kehadiran MRT bukan sekadar proyek infrastruktur. Transportasi massal modern itu menjadi harapan untuk memangkas waktu perjalanan yang selama ini terkuras di tengah kemacetan. Meski masih menunggu hasil kajian dan keputusan final, peluang MRT menembus Tangerang Raya kini semakin terbuka seiring meningkatnya kebutuhan konektivitas di kawasan metropolitan terbesar di Indonesia. (red)

