TANGERANG – Direktur Kajian Politik Nasional (KPN) Adib Miftahul mengaku tidak kaget melihat hasil survei yang menunjukkan Airin lebih tinggi dibanding yang lain.
“Saya kira tidak terlalu mengejutkan, itu sebagai gambaran bahwa personalisasi politik Airin itu memang sudah diterima oleh publik,” kata Adib, Selasa (16/07/2024).
Adib mengungkap, ada beberapa faktor yang membuat Airin Rachmi Diany memiliki hasil survei berada di atas rata-rata tokoh lain.
Pertama lanjut Adib, Airin telah memulai gerilya ke sejumlah desa di Banten dan menyebar baliho jauh hari sebelum tahapan Pemilihan Gubernur (Pilgub).
“Ini yang tidak dimiliki oleh kandidat lain. Karena Airin sudah turun ke bawah berbulan-bulan lalu,” ujarnya.
Kemudian jelas Adib, Airin Rachmi Diany di framing sebagai sosok yang sukses memimpin Kota Tangerang Selatan (Tangsel) selama dua periode. Salah satunya peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM).
“Yang kedua, IPM ditopang paling tinggi Tangsel, Kota Tangerang dan Cilegon. Mungkin ya Airin dinilai mampu meningkatkan IPM sehingga mampu memunculkan itu (Hasil survei tinggi),” ucapnya.
Kemudian yang ketiga jelas Adib, Airin memiliki mesin partai Golkar yang sedang onfire dan mesin dinasti Ratu Atut Chosiyah atau Rau yang memiliki kedekatan dengan tokoh Jawara dan Ulama.
“Patron Jawara itu keuntungan Airin memiliki mesin dinasti Rau yang menurut saya militansinya kuat,” ungkapnya.
Masih menurut Adib, faktor dinasti Rau inilah yang mendominasi perjalanan politik Airin hingga berada dipuncak elektabilitas tinggi.
Sebab lanjut Adib, dinasti Rau paham betul bahwa warga di Provinsi Banten akan memilih sosok yang dipilih oleh Ulama.
“Kedekatan Rau dengan berbagai ulama, tadi disebutkan warga Banten itu akan memilih calon yang dipilih oleh ulama, angkanya 80 persen lagi kan tinggi. Nah ini saya kira tiga hal yang terpotret soal itu,” pungkasnya.

Sebelumnya, Litbang Kompas mengeluarkan hasil rilis yang menununjukkan Bakal Calon Gubernur Banten, Airin Rachmi Diany unggul dengan angka 38,3 persen.
Angka ini berada di atas rata-rata dari 7 tokoh lain yang disurvei secara periodik melalui wawancara tatap muka pada 15-20 Juni 2024.
Ke-7 tokoh yang disurvei tersebut yakni, Wahidin Halim, Rano Karno, Arief R Wismansyah, Irna Narulita, Iti Octavia Jayabaya, Dimyati Natakusumah dan Ahmed Zaki Iskandar.
Sedangkan Andra Soni yang diusung Partai Gerindra dan Ade Sumardi yang mendapat surat tugas dari PDIP belum masuk radar survei. (*)



