BerandaPendidikanKKN UMT Sulap Sampah Jadi Berkah di Desa Pasir Nangka Tangerang

KKN UMT Sulap Sampah Jadi Berkah di Desa Pasir Nangka Tangerang

TANGERANG – Sampah rumah tangga tidak selamanya menjadi persoalan. Jika dikelola dengan baik, sampah dapat berubah menjadi sesuatu yang bermanfaat, bernilai ekonomi, sekaligus mendukung lingkungan yang lebih bersih dan berkelanjutan.

Semangat itulah yang dibawa mahasiswa KKN Terpadu Universitas Muhammadiyah Tangerang (UMT) 2026 melalui workshop bertajuk “Optimalisasi Bank Sampah Berbasis Circular Economy untuk Mewujudkan Lingkungan Bersih dan Berkelanjutan” yang digelar pada 7 Agustus 2026 di lingkungan RT 04/RW 09, Perumahan Mustika Tigaraksa, Desa Pasir Nangka, Kecamatan Tigaraksa, Kabupaten Tangerang.

Kegiatan tersebut dihadiri Ketua RT 04 Purwanto, para ibu-ibu warga, serta mahasiswa KKN Terpadu UMT. Sebanyak 26 mahasiswa dari berbagai program studi dan fakultas terlibat dalam kegiatan tersebut.

Membangun Kesadaran dari Rumah

Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Drs. Achmad Haromain, M.I.Kom. dalam pemaparannya mengajak masyarakat melihat persoalan sampah dari sudut pandang yang berbeda.

Menurutnya, perubahan dapat dimulai dari hal sederhana, yakni memilah sampah sejak dari rumah. Sampah organik dan anorganik dipisahkan agar masing-masing dapat diolah dan dimanfaatkan sesuai karakteristiknya.

Sampah anorganik yang masih memiliki nilai ekonomis dapat dikumpulkan melalui bank sampah dan ditukar menjadi nilai rupiah. Sementara sampah organik dapat diolah menjadi berbagai produk yang bermanfaat, seperti kompos, pupuk cair, serta media budidaya maggot BSF.

“Lingkungan bersih bukan hanya persoalan membuang sampah pada tempatnya, tetapi bagaimana kita mengubah cara pandang terhadap sampah. Sampah yang dipilah dan dikelola dapat memberikan manfaat bagi lingkungan sekaligus memiliki nilai ekonomi,” demikian pesan yang ditekankan dalam kegiatan tersebut.

Limbah Rumah Tangga Diolah Menjadi Pupuk

Menariknya, workshop juga diisi dengan pelatihan pembuatan pupuk cair dari limbah rumah tangga.

Melalui praktik tersebut, warga diperkenalkan pada pemanfaatan limbah organik yang selama ini sering berakhir di tempat sampah. Limbah yang diolah dengan metode yang tepat dapat dimanfaatkan menjadi pupuk cair untuk mendukung kegiatan penghijauan di lingkungan rumah.

Program ini diharapkan dapat mendorong warga untuk memanfaatkan hasil pengolahan sampah secara langsung. Pupuk yang dihasilkan dapat digunakan untuk tanaman hias, tanaman obat keluarga (TOGA), maupun tanaman pangan yang ditanam di sekitar rumah.

Dengan demikian, konsep circular economy tidak berhenti pada pengurangan sampah, tetapi menciptakan sebuah siklus pemanfaatan: limbah rumah tangga diolah, menghasilkan pupuk, kemudian digunakan untuk menumbuhkan tanaman yang kembali memberikan manfaat bagi keluarga dan lingkungan.

Belajar Membuat Kompos dan Maggot BSF

Setelah pemaparan materi, kegiatan dilanjutkan dengan pelatihan dan praktik pembuatan kompos serta budidaya maggot Black Soldier Fly (BSF).

Ketua KKN Terpadu UMT kelompok Desa Pasir Nangka, Teuku Nanda Fikri, bersama rekan-rekan mahasiswa memberikan pendampingan langsung kepada peserta.

Warga tidak hanya mendapatkan penjelasan, tetapi juga diajak memahami proses pengolahan limbah organik secara praktis. Pengolahan tersebut diharapkan dapat menjadi alternatif untuk mengurangi volume sampah rumah tangga yang dibuang sekaligus menghasilkan produk yang bermanfaat.

Lingkungan Hijau, Warga Mandiri

Program pengelolaan sampah tersebut juga diarahkan pada penghijauan lingkungan. Warga didorong memanfaatkan ruang yang tersedia untuk menanam berbagai jenis tanaman, mulai dari tanaman hias, tanaman obat keluarga hingga tanaman pangan.

Konsep sederhananya adalah menciptakan lingkungan yang bersih, hijau, produktif, dan memberikan manfaat ekonomi.

Sampah anorganik dapat menghasilkan rupiah melalui bank sampah. Sampah organik dapat menjadi kompos dan pupuk cair. Limbah organik juga dapat dimanfaatkan untuk budidaya maggot. Sementara hasil pengolahan dapat mendukung penghijauan dan ketahanan pangan keluarga.

Dari sampah menjadi berkah. Dari limbah menjadi manfaat. Dari lingkungan yang bersih tumbuh masyarakat yang lebih sehat, mandiri, dan berkelanjutan.

Kolaborasi Kampus dan Masyarakat

Kegiatan tersebut menjadi salah satu bentuk nyata pengabdian mahasiswa KKN Terpadu UMT kepada masyarakat. Kehadiran 26 mahasiswa dari berbagai disiplin ilmu diharapkan dapat memberikan kontribusi yang tidak hanya bersifat sementara, tetapi mampu membangun kebiasaan baru di tengah masyarakat.

Program bank sampah dan pengelolaan limbah rumah tangga di RT 04 diharapkan dapat terus dikembangkan setelah mahasiswa menyelesaikan masa KKN.

KKN pun tidak sekadar menjadi kewajiban akademik mahasiswa, tetapi menjadi ruang kolaborasi antara kampus dan masyarakat untuk menghadirkan solusi atas persoalan nyata di lingkungan.

Melalui gerakan sederhana dari tingkat rumah tangga, Desa Pasir Nangka diharapkan dapat membangun budaya baru dalam pengelolaan sampah: memilah, mengolah, memanfaatkan, dan mendapatkan nilai dari sampah, demi lingkungan yang bersih dan berkelanjutan. (jiyong)

RELATED ARTICLES
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img

Berita Terbaru