BerandaTANGERANG RAYAKOTA TANGERANGCegah Stunting Sejak Dini, 104 Kelurahan Tangerang Punya Pos Gizi

Cegah Stunting Sejak Dini, 104 Kelurahan Tangerang Punya Pos Gizi

KOTA TANGERANG – Menjaga tumbuh kembang anak agar tetap sehat kini menjadi perhatian serius Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang. Melalui penguatan Pos Gizi di 104 kelurahan, pemerintah berupaya memastikan balita yang mengalami masalah gizi mendapatkan penanganan lebih cepat sebelum berkembang menjadi stunting.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Tangerang, dr. Dini Anggraeni, mengatakan Pos Gizi bukan sekadar layanan pemeriksaan rutin, melainkan wadah pendampingan bagi orang tua dalam memenuhi kebutuhan nutrisi anak. Program yang terintegrasi dengan posyandu ini difokuskan pada balita dengan berat badan kurang atau underweight.

“Pos Gizi adalah langkah nyata untuk meningkatkan status gizi balita yang terindikasi gizi kurang sebelum mereka jatuh ke kondisi stunting. Ini bukan hanya tempat menimbang, tapi tempat edukasi dan intervensi gizi intensif,” ungkap Dini.

Berbagai layanan disediakan dalam program tersebut, mulai dari pemantauan berat dan tinggi badan, pemberian makanan tambahan (PMT), hingga edukasi mengenai pola makan serta pengasuhan anak. Balita yang ditemukan memiliki masalah pertumbuhan juga dapat memperoleh pemeriksaan lanjutan maupun rujukan sesuai kebutuhan.

Langkah pencegahan ini terus diperkuat meskipun angka stunting di Kota Tangerang terbilang stabil. Berdasarkan data Elektronik Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat (e-PPGBM), prevalensi stunting hingga Mei 2026 tercatat sebesar 5,4 persen, relatif tidak berubah dibandingkan tahun sebelumnya.

“Fokus kami sekarang adalah jangan sampai ada anak dengan stunting baru. Oleh karena itu, berbagai intervensi sudah bergeser ke arah pencegahan, dimulai sejak remaja, calon pengantin, ibu hamil, hingga anak usia balita,” jelasnya.

Selain pendampingan langsung, Dinas Kesehatan Kota Tangerang memanfaatkan aplikasi SiData dan e-PPGBM untuk memantau perkembangan gizi masyarakat. Sistem pencatatan tersebut membantu petugas kesehatan mengidentifikasi anak yang membutuhkan perhatian khusus sekaligus menentukan langkah intervensi secara lebih tepat.

Penguatan kemampuan tenaga kesehatan di puskesmas juga dilakukan melalui program SDIDTK-PMBA, yakni Stimulasi, Deteksi, dan Intervensi Dini Tumbuh Kembang serta Pemberian Makan Bayi dan Anak. Upaya ini bertujuan meningkatkan kualitas pemantauan pertumbuhan sekaligus edukasi pemberian makan yang sesuai dengan kebutuhan anak.

Dengan pendekatan yang lebih mengutamakan pencegahan, Pemkot Tangerang berharap persoalan gizi dapat ditangani sejak tahap awal. Kehadiran Pos Gizi di seluruh kelurahan diharapkan semakin memudahkan keluarga mengakses pendampingan kesehatan dan mendukung tumbuh kembang balita secara optimal. (red)

RELATED ARTICLES
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img

Berita Terbaru