Senin, Mei 4, 2026
BerandaTANGERANG RAYAKOTA TANGERANGDisbudpar Kota Tangerang Gelar Festival Mookervart Ke-3 Tahun 2024

Disbudpar Kota Tangerang Gelar Festival Mookervart Ke-3 Tahun 2024

TANGERANG – Guna menggalakkan kekayaan budaya dan sejarah Kota Tangerang serta mempromosikan pariwisata lokal, Pemerintah Kota Tangerang melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Tangerang menggelar Festival Mookervart Ke-3 di Taman Hutan Kota Tangerang, pada 30-31 Mei 2024.

Event ini sebagai momentum merawat Kali Mookervaart, sebagai saluran air bersejarah yang menghubungkan Kali Angke dan Sungai Cisadane di Kota Tangerang serta meningkatkan rasa kepedulian masyarakat sekitar terhadap kelestarian Kali Mookervaart.

Festival Mookervaart dibuka langsung Penjabat (Pj) Wali Kota Tangerang Nurdin yang ditandai dengan pelepasan burung emprit bersama para budayawan dan Forkopimda Kota Tangerang.

Dalam sambutannya, Pj Wali Kota, menyampaikan rasa bangga atas pelaksanaan Festival Mookervart yang diharapkan dapat menjadi ajang tahunan yang mampu menarik minat wisatawan, baik dari dalam maupun luar kota.

“Festival Mookervart ini bukan hanya sekadar perayaan, tetapi juga bentuk nyata dari upaya kita bersama untuk melestarikan budaya dan sejarah kota ini. Semoga acara ini dapat memberikan dampak positif bagi perekonomian dan pariwisata di Kota Tangerang,” ujarnya.

Ajang tahunan ini, lanjut Dr. Nurdin, yaitu dalam rangka menyusuri kembali jejak perjalanan panjang Kota Tangerang.

“Ini napak tilas, sekitar 500 tahun yang lalu kali Mookervart ini menjadi jalur transportasi massal bagi Warga Kota Tangerang yang ingin pergi ke wilayah Batavia pada saat itu,” ungkap Dr. Nurdin.

Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Tangerang, Rizal Ridolloh, menjelaskan, kegiatan Festival Mookervart ini untuk memperkenalkan kekayaan cagar budaya yang ada di Kota Tangerang.

“Kami ingin mengangkat keberadaan Sungai Mookervart. Ini merupakan saluran air bersejarah yang menghubungkan Kali Angke dan Sungai Cisadane,” ujar Rizal.

“Misi besar kami ingin merawat ingatan relasi saluran air dengan sejarah Kota Tangerang itu sendiri. Festival Mookervaart juga dinilai sebagai momentum untuk meningkatkan rasa kepedulian masyarakat sekitar terhadap kelestarian Sungai Mookervart,” lanjutnya.

Rizal mengatakan, ada banyak kegiatan seru di Festival Mookervart tahun ini, mulai dari perlombaan lukis, penampilan Tehyan, Karinding, wayang golek, debus, Cokek Sipatmo, Mpe Go Yong, tarian tradisional, hingga dialog bersejarah.

Tak hanya itu, Rizal mengungkapkan bahwa Festival Mookervart melibatkan elemen masyarakat, seperti pegiat kesenian, kebudayaan, pelajar, dan masyarakat multietnis.

“Festival Mookervart diharapkan mampu mendongkrak pertumbuhan pariwisata di Kota Tangerang. Selain menjadi ruang hiburan, festival ini juga menjadi wadah pendidikan budaya antargenerasi,” tutupnya. (nis)

RELATED ARTICLES
- Advertisment -spot_img

Berita Terbaru