TANGERANG – Kasus infeksi saluran pernapasan akibat influenza tipe A di Kabupaten Tangerang, Banten, mengalami peningkatan dalam beberapa bulan terakhir. Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Tangerang mencatat sekitar 30.000 kasus sepanjang Januari hingga September 2026, dengan kenaikan signifikan yang terjadi saat musim kemarau.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang, Hendra Tarmizi, mengatakan perubahan cuaca ekstrem yang disertai kemarau panjang dan tingginya paparan debu diduga menjadi faktor yang mendorong meningkatnya kasus infeksi pernapasan di masyarakat.
Menurut Hendra, jumlah laporan kasus yang sebelumnya berkisar 20.000 hingga 25.000 kasus per bulan, kini meningkat menjadi sekitar 28.000 hingga 30.000 kasus. Bahkan, selama Agustus hingga September 2026, terjadi penambahan sekitar 5.000 kasus setiap bulannya.
Kondisi udara yang kering, minimnya curah hujan, serta meningkatnya paparan debu dinilai dapat memperburuk gangguan saluran pernapasan. Situasi tersebut menjadi perhatian Dinkes, mengingat peningkatan kasus telah terjadi di berbagai kelompok usia dan menjangkau seluruh wilayah Kabupaten Tangerang.
Hendra menjelaskan, laporan yang diterima Dinkes menunjukkan kasus influenza tersebar pada anak-anak, orang dewasa hingga lanjut usia. Penyebarannya pun telah menjangkau 29 kecamatan di Kabupaten Tangerang, sehingga kewaspadaan masyarakat perlu ditingkatkan tanpa memandang usia maupun wilayah tempat tinggal.
Meski demikian, Hendra mengungkapkan bahwa fasilitas kesehatan setempat belum melakukan pemeriksaan laboratorium khusus untuk mengidentifikasi subtipe virus influenza A. Karena itu, sebagian besar kasus yang dilaporkan masih dikategorikan sebagai infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), yang secara umum banyak disebabkan oleh infeksi virus, termasuk influenza.
Ia juga mengingatkan bahwa influenza dapat menular dengan cepat melalui kontak erat dan percikan droplet dari orang yang terinfeksi. Pola penularan tersebut memiliki kemiripan dengan COVID-19, sehingga masyarakat diimbau menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat serta mengurangi kontak langsung dengan penderita.
Hendra menyebutkan, influenza pada umumnya dapat pulih secara alami. Namun, risiko komplikasi perlu diwaspadai, terutama pada anak-anak dengan daya tahan tubuh rendah serta orang dewasa yang memiliki penyakit penyerta, seperti asma dan bronkitis. Pada kelompok tersebut, infeksi saluran pernapasan berpotensi berkembang menjadi kondisi yang lebih serius.
Dinkes Kabupaten Tangerang mengimbau masyarakat menjaga kebugaran tubuh, mencukupi kebutuhan istirahat, serta menerapkan protokol kesehatan, terutama ketika mengalami gejala flu atau berada di sekitar orang yang sedang sakit. Upaya pencegahan tersebut diharapkan dapat menekan risiko penularan di tengah kondisi cuaca kering dan tingginya paparan debu.
Peningkatan kasus ini menjadi pengingat pentingnya menjaga kesehatan pernapasan, khususnya selama musim kemarau. Masyarakat yang mengalami gejala berat atau memiliki penyakit penyerta disarankan segera memeriksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan agar memperoleh penanganan yang tepat.. (red)



