Hari Jumat kembali.
Sekian Jumat sudah terlewati.
Ada yang datang, ada yang pergi.
Yang datang memulai permainan di bumi.
Yang pergi selesai bermain, kembali kepada Illahi.
Yang datang dicipta untuk mengabdi.
Beribadah sesuai dengan kitab suci.
Mengikuti aturan main dengan hati-hati.
Menjaga sportifitas tinggi.
Semua saling menghormati.
Aturan main untuk ditaati.
Tertib dan jujur di segala aksi.
Bersikap sabar dan diri dalam kendali.
Tetap bijaksana dalam segala situasi.
Bekerja penuh dedikasi.
Pemain bertakwa menjadi ciri.
Melaksanakan salat 5 waktu dalam 1 hari.
Menginfaqkan sebagian dari rizqi.
Pandai mengendalikan emosi.
Memaafkan kesalahan tanpa terkecuali.
Ada pemain tidak peduli.
Mendapat amanah, dikhianati.
Mendapat harta, hasil korupsi.
Berbohong di sana-sini.
Berkata dan bertindak keji.
Kartu kuning atau merah sebagai sanksi.
Tidak bisa mengelak, VAR sebagai bukti.
Bermain lebih hati-hati atau sementara berhenti.
Perbuatan salah segera dikoreksi.
Untuk permainan di lain hari.
Dan yang pergi tidak akan kembali.
Selesai sudah bermain sebagai abdi.
Beralih domisili.
Menunggu catatan amal bersaksi.
Masuk golongan kanan atau golongan kiri?
[Dan tiadalah kehidupan dunia ini, selain dari main-main dan senda gurau belaka.
Dan sungguh kampung akhirat itu lebih baik bagi orang-orang yang bertakwa.
Maka tidakkah kamu memahaminya? – Kalimat dari satu ayat dalam Kitab Suci Al-Quran, tepatnya Surat Al-An’am ayat 32-]
Oleh: Muhammad Taufik



