Rabu, April 22, 2026
BerandaTANGERANG RAYAKOTA TANGERANG SELATANSekolah Jawara Digelar, Pemkot Tangsel Dorong Pemilih Pemula Lebih Kritis

Sekolah Jawara Digelar, Pemkot Tangsel Dorong Pemilih Pemula Lebih Kritis

TANGSEL – Perubahan peta demografi pemilih pada Pemilu 2029 mulai diantisipasi serius oleh Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Pemkot Tangsel). Generasi Z dan milenial diproyeksikan menjadi kelompok dominan, sehingga kualitas pemahaman politik mereka dinilai akan sangat menentukan arah demokrasi ke depan.

Menjawab tantangan tersebut, Pemkot Tangsel bersama Komisi Pemilihan Umum (KPU) menghadirkan program pendidikan politik bagi pemilih pemula melalui kegiatan Sekolah Jawara yang digelar di Serpong, Selasa (21/4/2026).

Wali Kota Tangerang Selatan, Benyamin Davnie, menegaskan bahwa generasi muda tidak hanya berperan sebagai pemilih, tetapi juga sebagai penggerak opini di lingkungannya.

“Posisi mereka sangat strategis. Tantangannya adalah bagaimana membekali mereka dengan pemahaman demokrasi yang kuat,” ujarnya.

Menurutnya, pendidikan politik tidak cukup hanya menjelaskan mekanisme pemungutan suara, tetapi juga harus membangun kemampuan berpikir kritis, terutama dalam menghadapi derasnya arus informasi di era digital.

Data menunjukkan, pada pemilu mendatang, pemilih muda berpotensi mendominasi lebih dari separuh total pemilih nasional. Kondisi ini membuka peluang besar sekaligus risiko, terutama terkait maraknya disinformasi dan hoaks politik yang kerap menyasar kelompok usia muda.

“Anak muda harus mampu memilah informasi. Hoaks menjadi tantangan serius dalam setiap pemilu, dan itu harus diantisipasi sejak sekarang,” tegas Benyamin.

Melalui Sekolah Jawara, peserta didorong tidak hanya menjadi pemilih yang cerdas, tetapi juga agen literasi politik di lingkungannya, dengan menyebarkan informasi yang benar kepada sesama generasi muda.

Program ini juga diharapkan mampu meningkatkan kualitas partisipasi politik, sehingga setiap suara yang diberikan tidak sekadar hadir di bilik suara, tetapi lahir dari pemahaman yang matang dan bertanggung jawab.

Dengan dominasi pemilih muda di depan mata, keberhasilan Pemilu 2029 tidak hanya ditentukan oleh angka partisipasi, melainkan oleh kualitas pilihan yang dihasilkan dari generasi yang melek demokrasi. (red)

RELATED ARTICLES
- Advertisment -spot_img

Berita Terbaru