Jumat, April 24, 2026
BerandaJAKARTAMusim Kemarau 2025 Sampai kapan? Ini Prediksi BMKG

Musim Kemarau 2025 Sampai kapan? Ini Prediksi BMKG

JAKARTA – Musim kemarau 2025 di Indonesia diperkirakan akan berlangsung lebih singkat dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, meskipun tetap berpotensi menimbulkan dampak signifikan di berbagai wilayah.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi puncak musim kemarau akan terjadi pada bulan Juni, Juli, dan Agustus.

Namun, dimulainya musim kemarau tidak serentak di seluruh Indonesia; beberapa daerah seperti Sumatera dan Kalimantan sudah mulai memasuki musim kemarau sejak April, sementara daerah lain menyusul di Mei dan Juni.

Menurut BMKG, sebanyak 403 Zona Musim (ZOM) atau sekitar 57,7% wilayah Indonesia akan memasuki musim kemarau antara April hingga Juni. Nusa Tenggara diprediksi mengalami kemarau lebih awal. Sementara itu, 409 ZOM (sekitar 59%) akan mengalami musim kemarau dengan waktu normal hingga lebih lambat.

Puncak kemarau diperkirakan terjadi pada Agustus 2025 di sebagian besar wilayah, dengan suhu udara meningkat dan curah hujan mencapai titik terendah. Meskipun demikian, BMKG menekankan bahwa hujan masih akan terjadi selama musim kemarau, meskipun dalam kategori normal.

Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati, menjelaskan bahwa distribusi awal musim kemarau tidak serentak. Beberapa wilayah mengalami percepatan atau kemunduran dibandingkan rata-rata klimatologi 1991-2020.

Hal ini berdampak pada penyesuaian berbagai sektor produksi dan layanan publik. Variasi ini dipengaruhi oleh suhu permukaan laut dan kelembapan udara, serta perubahan pola angin musiman.

“Awal musim kemarau di Indonesia diprediksi tidak terjadi secara serempak. Pada bulan April 2025, sebanyak 115 Zona Musim (ZOM) akan memasuki musim kemarau. Jumlah ini akan meningkat pada Mei dan Juni, seiring meluasnya wilayah yang terdampak, termasuk sebagian besar wilayah Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Kalimantan, dan Papua,” ujar Dwikorita.

RELATED ARTICLES
- Advertisment -spot_img

Berita Terbaru