BerandaTANGERANG RAYAKOTA TANGERANGUsia 60 Bukan Akhir, 405 Lansia Tangerang Malah Naik Kelas

Usia 60 Bukan Akhir, 405 Lansia Tangerang Malah Naik Kelas

KOTA TANGERANG — Memasuki usia lanjut bukan berarti berhenti belajar. Pemerintah Kota Tangerang justru membuka ruang bagi para lansia untuk terus mengembangkan diri melalui Sekolah Lansia. Sebanyak 405 peserta dari program reguler dan jalur mandiri resmi menyelesaikan pendidikan angkatan kedua tahun 2026.

Wisuda yang digelar Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Bencana (DP3AP2KB) Kota Tangerang tersebut menjadi bagian dari upaya membangun lansia yang tetap aktif, sehat dan memiliki peran di tengah masyarakat.

Wali Kota Tangerang Sachrudin mengatakan pengalaman panjang yang dimiliki para lansia merupakan aset yang dapat diteruskan kepada generasi berikutnya. Karena itu, proses pembelajaran bagi kelompok usia lanjut tidak sekadar ditujukan untuk menambah pengetahuan, tetapi juga membuka kesempatan agar mereka tetap berkontribusi bagi keluarga dan lingkungan.

“Kota ini adalah rumah kita yang perlu kita jaga dan rawat. Lansia memiliki pengalaman yang sangat luar biasa. Melalui Sekolah Lansia, pengalaman tersebut terus dikembangkan agar dapat ditularkan kepada generasi muda, mulai dari membina diri sendiri, keluarga hingga lingkungan,” ungkap Sachrudin.

Kepala DP3AP2KB Kota Tangerang Tihar Sopian menjelaskan, Sekolah Lansia merupakan bagian dari pembinaan Bina Keluarga Lansia (BKL) yang telah tersebar di 13 kecamatan. Setiap kecamatan memiliki satu sekolah dengan kapasitas 30 peserta.

Pembelajaran dirancang menyentuh berbagai aspek kehidupan, mulai dari intelektual, emosional, fisik hingga spiritual. Program tersebut juga mendapat dukungan dari Kementerian Agama dan Dinas Kesehatan, termasuk melalui pemeriksaan kesehatan secara rutin.

Menariknya, pendidikan lansia di Kota Tangerang memiliki jenjang lanjutan. Lulusan Standar 1 (S1) dapat meneruskan pembelajaran ke S2 hingga S3 dengan materi yang semakin berkembang. Pada jenjang tertinggi, peserta diarahkan menjadi penggerak kegiatan positif di lingkungan masing-masing.

“Harapan kita tentu menjadi lansia yang mandiri, sehat dan berguna. Bahkan untuk tingkat S3, bukan lagi sekadar bersekolah, tetapi mereka menggerakkan dan mengajak orang-orang di sekitarnya untuk melakukan kegiatan positif sehingga seluruhnya menjadi lansia yang berprestasi,” tegas Tihar.

Bagi peserta, Sekolah Lansia juga menjadi ruang untuk memperluas pertemanan dan membangun kembali kepercayaan diri. Tuti Yulianti (63), wisudawati asal Kecamatan Periuk, mengaku mendapat pengalaman berharga selama mengikuti program tersebut.

“Kami semua sangat bahagia, senang dan bersemangat. Melalui Sekolah Lansia, kami bisa bersilaturahmi dengan sesama lansia, bertambah wawasan, serta meningkatkan rasa percaya diri,” ujar Tuti.

Ia pun mengajak para lansia lainnya untuk tetap aktif menjalani kehidupan. “Tetap semangat, selalu aktif, sehat dan jalin masa depan dengan bahagia,” pesannya. (Red)

RELATED ARTICLES
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img

Berita Terbaru