BerandaTANGERANG RAYAKOTA TANGERANG SELATANSedimentasi Diangkat, Dua Sungai Strategis di Tangsel Dinormalisasi Hadapi Musim Hujan

Sedimentasi Diangkat, Dua Sungai Strategis di Tangsel Dinormalisasi Hadapi Musim Hujan

TANGSEL – Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Pemkot Tangsel) memanfaatkan musim kemarau untuk mempercepat program normalisasi sungai sebagai langkah antisipasi menghadapi musim hujan. Melalui Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga, dan Bina Konstruksi (SDABMBK), pengerukan sedimentasi dilakukan di sejumlah sungai strategis guna meningkatkan kapasitas tampung aliran air sekaligus menekan risiko banjir di kawasan permukiman.

Kepala SDABMBK Kota Tangerang Selatan, Robbi Cahyadi, mengatakan musim kemarau menjadi periode paling efektif untuk melaksanakan pekerjaan tersebut. Debit air yang menurun memungkinkan alat berat menjangkau dasar sungai dengan lebih optimal sehingga proses pengerukan lumpur maupun sampah dapat dilakukan secara maksimal.

“Kami tidak menunggu banjir datang baru melakukan penanganan. Musim kemarau adalah kesempatan terbaik untuk mengangkat sedimentasi berupa lumpur maupun sampah yang mengendap di dasar sungai sehingga kapasitas aliran kembali optimal,” ujar Robbi, Senin (20/7/2026).

Menurut Robbi, normalisasi sungai merupakan bagian dari strategi mitigasi bencana hidrometeorologi yang rutin dilakukan setiap tahun. Selain memperbesar kapasitas aliran, kegiatan tersebut juga bertujuan memperlancar distribusi air saat curah hujan tinggi sehingga potensi luapan ke permukiman dapat ditekan.

Salah satu titik yang tengah dikerjakan berada di Kali Jeletreng, kawasan Puri Serpong. Di lokasi ini, tim Operasional Sumber Daya Air (OP SDA) mengerahkan long arm excavator untuk mengangkat endapan lumpur dan sampah yang selama ini mengurangi kapasitas sungai. Target pengerukan mencapai 1 kilometer dengan estimasi sedimentasi sekitar 7.500 meter kubik, sementara progres pekerjaan telah menembus sekitar 150 meter.

Selain endapan lumpur, petugas juga menemukan banyak sampah plastik yang menghambat aliran air. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa persoalan banjir tidak hanya dipengaruhi faktor alam, tetapi juga perilaku masyarakat yang masih membuang sampah ke sungai.

Pekerjaan serupa juga dilakukan di Sungai Ciputat, salah satu anak Sungai Angke yang membentang dari kawasan Lapangan Golf Pondok Cabe di perbatasan Kota Depok hingga Perumahan Japos, Kecamatan Pondok Aren. Sungai ini menjadi bagian penting dari sistem drainase utama Kota Tangerang Selatan karena menampung aliran dari sejumlah kawasan permukiman padat.

Di Sungai Ciputat, SDABMBK menargetkan normalisasi sepanjang 2,5 kilometer, mulai dari kawasan Perumahan Pondok Hijau hingga Perumahan Cipayung. Hingga pertengahan Juli 2026, progres pengerukan telah mencapai sekitar 500 meter.

“Sungai Ciputat merupakan salah satu tulang punggung sistem pengendalian banjir di Kota Tangerang Selatan. Karena itu kapasitas tampungnya harus terus dijaga agar mampu mengalirkan debit air secara optimal ketika musim hujan tiba,” jelas Robbi.

Dalam pelaksanaannya, SDABMBK mengoperasikan excavator amfibi, long arm excavator, serta mini excavator untuk menjangkau berbagai karakteristik medan. Namun pada sejumlah titik yang badan sungainya telah menyempit akibat bangunan di sekitarnya, pengerukan masih harus dilakukan secara manual setelah melalui survei teknis guna memastikan pekerjaan tidak mengganggu bangunan maupun aktivitas masyarakat.

Robbi mengajak seluruh elemen masyarakat untuk ikut menjaga fungsi sungai dengan tidak membuang sampah sembarangan serta mendorong pengembang perumahan agar rutin memantau kondisi tanggul dan saluran drainase di kawasan yang dikelola. Menurutnya, keberhasilan pengendalian banjir tidak hanya bergantung pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga pada kepedulian bersama dalam menjaga kebersihan lingkungan.

“Ketika hujan deras datang dan aliran sungai tersumbat sampah, dampaknya akan kembali dirasakan masyarakat dalam bentuk genangan maupun banjir. Menjaga sungai harus menjadi budaya bersama,” tegasnya. (red)

RELATED ARTICLES
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img

Berita Terbaru