Senin, April 20, 2026
BerandaTANGERANG RAYAKOTA TANGERANGMasyarakat Lebih Tenang, Pemkot Tangerang Pastikan Akses Kesehatan Gratis Lewat APBD

Masyarakat Lebih Tenang, Pemkot Tangerang Pastikan Akses Kesehatan Gratis Lewat APBD

TANGERANG – Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan layanan kesehatan tanpa hambatan biaya bagi masyarakat berpenghasilan rendah.

Melalui Program Bantuan Iuran APBD, Pemkot secara rutin menanggung iuran BPJS Kesehatan warganya. Tahun 2025 ini, sebanyak 383.587 jiwa sudah difasilitasi agar tetap terdaftar dan aktif sebagai peserta BPJS Kesehatan.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tangerang, dr. Dini Anggraeni, menegaskan bahwa program tersebut ditujukan bagi masyarakat prasejahtera agar mereka tetap memiliki hak atas perlindungan kesehatan.

“Program ini telah berjalan sejak tahun 2017. Ini menjadi bukti nyata keberpihakan Pemerintah Kota Tangerang terhadap kebutuhan dasar masyarakat melalui pendanaan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD),” jelas dr. Dini, Kamis (25/9/2025).

Menurutnya, dengan ditanggungnya iuran BPJS oleh pemerintah, warga bisa lebih tenang mengakses layanan kesehatan tanpa khawatir terbebani biaya.

Capaian itu juga mengantarkan Kota Tangerang meraih status Universal Health Coverage (UHC) pada tahun 2025, dengan cakupan kepesertaan BPJS Kesehatan mencapai 99,32%. Angka ini bahkan melampaui target nasional sebesar 98 persen.

“Komitmen kami jelas, tidak boleh ada warga yang tertinggal dalam mendapatkan layanan kesehatan. Sejak 2017, program ini kami jalankan konsisten, dan hasilnya sekarang terlihat jelas. Perlindungan kesehatan menjangkau hampir seluruh warga Kota Tangerang,” tegasnya.

Lebih jauh, dr. Dini menekankan bahwa keberlanjutan program ini akan menjadi pilar penting peningkatan kualitas hidup warga sekaligus memperkuat sistem kesehatan daerah yang inklusif dan berkeadilan.

“Dengan keberlanjutan program ini, Pemerintah Kota Tangerang berharap agar tidak ada lagi warga yang menunda atau bahkan tidak mendapatkan pelayanan kesehatan karena keterbatasan biaya,” pungkasnya.

RELATED ARTICLES
- Advertisment -spot_img

Berita Terbaru