LEBAK – Harga beras kualitas medium di sejumlah pasar tradisional di Kabupaten Lebak dalam sepekan terakhir mengalami penurunan, karena di berbagai daerah di wilayah Banten memasuki musim panen.
Kepala Bidang Perdagangan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Lebak, Yani menyatakan penurunan harga beras kualitas medium di tingkat pengecer rata-rata Rp100 per kilogram (kg).
Berdasarkan data Disperindag Kabupaten Lebak pada Jum’at (5/9/2025), di tingkat pedagang eceran di sejumlah pasar tradisional, harga beras medium KW 1 turun dari Rp13.500 per kilogram (kg) menjadi Rp 13.400 per kg, beras medium KW 2 Rp12.600 per kg menjadi Rp12.500 per kg, dan beras medium KW 3 Rp11.400 per kg menjadi Rp11.300 per kg.
Selain itu harga daging sapi juga turun dari Rp144.500 per kg menjadi Rp144.300 per kg, daging kerbau Rp147.300 per kg menjadi Rp 147.000 per kg dan telur Rp27.000 per kg menjadi Rp26.000 per kg.
Begitu juga bawang merah turun menjadi Rp 47.000 per kg dibandingkan sebelumnya Rp48.500 per kg dan bawang putih Rp37.000 per kg dari sebelumnya Rp38.500 per kg.
Namun, harga cabai merah keriting naik dari Rp46.500 per kg menjadi Rp 47.500 per kg, cabai hijau Rp40.000 per kg menjadi Rp 41.500 per kg, cabai merah besar Rp44.500 per kg menjadi Rp45.000 per kg, sedangkan cabai rawit hijau stabil Rp47.000 per kg.
Sementara itu, sejumlah bahan pokok lainnya relatif stabil, seperti gula pasir Rp18.000 per kg, minyak goreng premium Rp20.800 per liter, minyak goreng non merk Rp 17.700 per liter, dan Minyakita Rp17.700 per liter.
Harga daging unggas Rp37.000 per kg, kacang kedelai impor Rp16.200 per kg, kacang lokal Rp 14.000 per kg dan terigu Rp 12.800 per kg.
“Kami mengapresiasi ketersediaan kebutuhan bahan pokok relatif stabil dan tidak terjadi lonjakan harga di pasaran,” kata Yani.
Maman (50), seorang pedagang bahan pokok di Pasar Sampay Warunggunung Kabupaten Lebak, mengatakan omzet relatif stabil meski harga beras terjadi penurunan.
“Kami meyakini dalam beberapa pekan ke depan harga beras medium terjadi penurunan, karena beberapa daerah memasuki musim panen padi,” katanya.

