BerandaTANGERANG RAYAKABUPATEN TANGERANGHUT ke-394 Kabupaten Tangerang, 100 Anak Disiapkan Ikut Khitanan Gratis

HUT ke-394 Kabupaten Tangerang, 100 Anak Disiapkan Ikut Khitanan Gratis

TANGERANG — Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-394 Kabupaten Tangerang diisi dengan kegiatan yang menyentuh kebutuhan masyarakat. Pemerintah Kabupaten Tangerang menggelar khitanan massal di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tigaraksa, Kamis (8/10/2026), dengan kuota 100 anak dari berbagai wilayah.

Program sosial ini menjadi salah satu agenda awal perayaan hari jadi Kabupaten Tangerang. Alih-alih berfokus pada kemeriahan seremoni, pemerintah daerah memilih kegiatan yang manfaatnya dapat langsung dirasakan warga, terutama keluarga yang membutuhkan bantuan biaya untuk khitanan anak.

Sekretaris Daerah Kabupaten Tangerang, Soma Atmaja, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk rasa syukur atas perjalanan Kabupaten Tangerang sekaligus upaya memperkuat kepedulian terhadap masyarakat.

“Tahun ini dalam menyambut HUT dilakukan secara sederhana, mengedepankan kegiatan sosial serta meningkatkan rasa syukur,” ujar Soma saat meninjau pelaksanaan kegiatan.

Menurut Soma, khitanan massal diharapkan tidak sekadar menjadi bagian dari agenda tahunan, tetapi juga membantu meringankan pengeluaran keluarga. Ia menegaskan, pemerintah daerah perlu terus menghadirkan program yang manfaatnya bisa dirasakan secara langsung oleh masyarakat.

Dari sisi pelayanan, RSUD Tigaraksa menyiapkan lima tim medis untuk menangani peserta. Pelaksanaan kegiatan juga mendapat dukungan tenaga kesehatan dari RSUD Balaraja dan RSUD Kabupaten Tangerang.

Direktur RSUD Tigaraksa, Muhammad Faridzi Fikri, menyebutkan bahwa dari kuota 100 anak, sebanyak 70 peserta telah terdaftar. Mereka merupakan perwakilan dari 29 kecamatan di Kabupaten Tangerang.

“Kami persiapkan untuk menerima 100 peserta yang disediakan dan sejauh ini sudah 70 peserta dari perwakilan 29 kecamatan,” kata Faridzi.

Untuk menyesuaikan tindakan dengan kebutuhan setiap anak, tim medis menyediakan dua metode khitanan, yakni metode manual dan kauterisasi yang dikenal masyarakat sebagai sunat laser. Sebelum tindakan dilakukan, peserta terlebih dahulu menjalani pemeriksaan agar metode yang dipilih sesuai dengan kondisi masing-masing.

Manfaat program tersebut dirasakan langsung oleh keluarga peserta. Aris, warga Kecamatan Legok, mengaku terbantu karena dapat mengkhitankan anaknya tanpa harus mengeluarkan biaya besar. Ia juga menyampaikan bahwa peserta memperoleh bingkisan dalam kegiatan tersebut.

“Alhamdulillah sangat terbantu, tidak perlu mengeluarkan biaya besar, bahkan kami diberikan bingkisan,” ungkap Aris.

Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan agar semakin banyak keluarga memperoleh akses terhadap layanan sosial. Bagi masyarakat, peringatan hari jadi daerah menjadi lebih bermakna ketika perhatian pemerintah hadir dalam bentuk bantuan nyata yang menjangkau kebutuhan sehari-hari.(Red)

RELATED ARTICLES
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img

Berita Terbaru