TANGSEL — Pasar ekspor menjadi sasaran berikutnya bagi pelaku industri kecil dan menengah (IKM) Tangerang Selatan. Melalui Trade Expo Indonesia (TEI) 2026 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD, 14–18 Oktober 2026, sejumlah pelaku usaha berupaya memperluas jaringan bisnis, mulai dari mencari pembeli baru hingga menjajaki kerja sama internasional.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Tangerang Selatan, Mochamad Hardi, mengatakan keikutsertaan UMKM dan IKM dalam pameran tersebut merupakan kesempatan untuk memperkenalkan produk unggulan daerah kepada pasar yang lebih luas. Berbagai produk ditampilkan di stan Pemkot Tangsel, Hall 8, mulai dari panel surya, fesyen, rempah-rempah, makanan, produk gaya hidup hingga peralatan rumah tangga.
Salah satu peserta, PT Satu Nusa Biru, membawa produk cairan pembersih bermerek Snap Clean. Head of Marketing perusahaan tersebut, Esti Kusuma, menjelaskan produknya mencakup kebutuhan rumah tangga hingga industri, seperti pembersih lantai, pakaian, dan kendaraan. Perusahaan itu memiliki kapasitas produksi hingga 400 ribu produk per bulan dengan jaringan sekitar 20 distributor di Indonesia.
Meski memiliki kapasitas produksi dan jaringan distribusi domestik, Snap Clean belum melakukan penjualan ke luar negeri. Esti berharap partisipasi dalam TEI dapat mempertemukan perusahaan dengan calon pembeli internasional sekaligus membuka peluang ekspor. Perusahaan juga menawarkan kerja sama produksi dengan skema white label atau maklon, sehingga mitra dapat menggunakan merek sendiri.
“Kami ingin mengembangkan dan memasarkan produk, tidak hanya di Indonesia, tetapi juga agar bisa diekspor ke luar negeri,” ujar Esti di stan Pemkot Tangerang Selatan, Rabu (14/10/2026).
Selain memperluas pasar, PT Satu Nusa Biru mengupayakan pengembangan produk dengan memperhatikan aspek lingkungan. Menurut Esti, langkah yang dilakukan antara lain menggunakan bahan yang lebih ramah lingkungan dan memanfaatkan kembali galon yang dikumpulkan dari distributor. Upaya tersebut menjadi bagian dari pengembangan usaha yang ingin mereka bawa ke pasar lebih luas.
Cerita berbeda datang dari PT Niaga Citra Mandiri melalui merek Palma Bumbu. Pemilik perusahaan, Bambang Hamid, mengatakan produknya mencakup sekitar 15 jenis bumbu masakan, termasuk rendang, rawon, nasi goreng, dan berbagai olahan rempah. Produk tersebut telah dipasarkan di dalam negeri serta diekspor ke Arab Saudi dan Inggris.
Pada 2026, perusahaan itu juga memasok bumbu untuk katering yang menyiapkan makanan bagi jemaah haji Indonesia di Arab Saudi. Pengalaman tersebut memperlihatkan salah satu jalur pasar yang dapat dimanfaatkan produsen pangan lokal, yakni kebutuhan kuliner Indonesia di luar negeri. Namun, ekspansi tetap membutuhkan konsistensi rasa, mutu produk, kapasitas pasokan, dan pemenuhan ketentuan negara tujuan.
“Sebagai pengusaha, kami membutuhkan jaringan, dan salah satu sarana yang baik untuk membangun jaringan adalah dengan mengikuti pameran. Kami berharap melalui pameran ini dapat memperoleh pembeli baru dan memperluas jaringan pemasaran,” kata Bambang.
Perbedaan tahap usaha kedua peserta itu menggambarkan beragamnya peluang IKM Tangsel. Bagi Snap Clean, tantangannya adalah mendapatkan pembeli luar negeri pertama; bagi Palma Bumbu, kesempatan berikutnya adalah memperluas jaringan yang telah terbentuk. TEI diharapkan menjadi pintu pembuka, sementara keberhasilan jangka panjang ditentukan oleh tindak lanjut kemitraan, kesiapan produksi, standar mutu, dan kemampuan memenuhi permintaan pasar. (Red)



