KOTA TANGERANG — Akses pejalan kaki di sekitar pusat kuliner Pasar Lama mulai dibenahi. Pemerintah Kota Tangerang membangun ulang trotoar di Jalan Kisamaun untuk meningkatkan kenyamanan masyarakat sekaligus mendukung rencana penataan kawasan Kiasnawi yang menghubungkan sejumlah titik aktivitas kota.
Pembangunan berlangsung di sekitar depan Masjid Agung Al-Ittihad, salah satu jalur yang digunakan masyarakat dan wisatawan menuju kawasan Pasar Lama. Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Tangerang, Taufik Syahzaeni, mengatakan fasilitas tersebut diharapkan mempermudah mobilitas pejalan kaki, termasuk mereka yang menuju Stasiun Tangerang.
“Adanya trotoar baru nantinya bisa dimanfaatkan para pejalan kaki khususnya para wisatawan maupun masyarakat umum untuk memudahkan akses akomodasi dari kawasan pusat kuliner Pasar Lama menuju Stasiun Tangerang,” ujar Taufik, Selasa (14/10/2026).
Dalam proyek ini, lebar trotoar ditingkatkan dari sebelumnya 1,8 meter menjadi 3 meter. Penambahan ruang tersebut diharapkan memberi keleluasaan bagi pejalan kaki ketika melintasi kawasan yang ramai dikunjungi, terutama pada jam-jam sibuk dan saat aktivitas wisata kuliner meningkat.
Tidak hanya memperluas jalur pedestrian, Pemkot Tangerang juga menyiapkan sejumlah fasilitas pendukung berupa permukaan stamp concrete, jalur pemandu bagi penyandang disabilitas, serta penataan saluran air dan jalur utilitas. Menurut Taufik, trotoar lama telah mulai dibongkar untuk digantikan dengan konstruksi yang lebih tertata.
Pembenahan ini menjadi tahap awal dari rencana penataan Kiasnawi. Pemkot Tangerang juga menjadwalkan pembangunan trotoar di koridor Jalan Kiasnawi, yang menghubungkan kawasan Stasiun Tangerang dengan Pasar Anyar, sekitar November–Desember 2026.
Jika kedua koridor tersebut tertata dengan baik, perjalanan antara pusat transportasi, kawasan perdagangan, dan tujuan wisata kuliner berpeluang menjadi lebih nyaman bagi warga maupun pengunjung dari luar daerah. Konektivitas pejalan kaki juga dapat mendukung aktivitas ekonomi di sepanjang jalur tersebut.
Meski demikian, manfaat pembangunan trotoar tidak hanya ditentukan oleh lebar jalur dan tampilan permukaannya. Kesinambungan trotoar, akses keluar-masuk bangunan, ketertiban penggunaan ruang pedestrian, serta pemeliharaan fasilitas perlu diperhatikan agar pejalan kaki benar-benar mendapatkan ruang yang aman dan mudah diakses.
Penataan Kisamaun dan Kiasnawi diharapkan menjadi bagian dari upaya membangun kawasan kota yang lebih ramah pejalan kaki. Dengan akses yang semakin baik antara stasiun, pasar, dan pusat kuliner, wajah Kota Tangerang tidak hanya semakin tertata, tetapi juga lebih nyaman untuk dijelajahi. (Red)



