BerandaTANGERANG RAYAKOTA TANGERANGSPMB Kembali Ramai, Warga Soroti Keterbatasan SMA Negeri di Kawasan Padat Penduduk

SPMB Kembali Ramai, Warga Soroti Keterbatasan SMA Negeri di Kawasan Padat Penduduk

KOTA TANGERANG – Di tengah pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026 yang kembali diwarnai persaingan ketat, suara kritis datang dari para orang tua murid di Kecamatan Cipondoh, Kota Tangerang. Mereka menilai persoalan utama yang terus berulang setiap tahun bukan terletak pada sistem seleksi semata, melainkan terbatasnya jumlah SMA Negeri yang tersedia untuk menampung lulusan SMP.

Salah satu orang tua murid yang tidak mau ditulis namanya menyampaikan keresahannya terkait kondisi Cipondoh yang merupakan kawasan padat penduduk dengan ribuan pelajar usia sekolah, namun hanya ditopang oleh satu SMA Negeri. Akibatnya, banyak siswa harus bersaing ketat untuk mendapatkan kursi pendidikan negeri atau terpaksa mencari alternatif ke wilayah lain.

Menurutnya, Pemerintah Provinsi Banten perlu mulai memikirkan solusi jangka panjang dengan menambah unit sekolah baru dibanding terus berkutat pada persoalan teknis penerimaan siswa yang muncul setiap tahun. Ia menilai pembangunan sarana pendidikan akan memberikan manfaat yang lebih berkelanjutan bagi generasi mendatang.

“Kami berharap pemerintah lebih serius menambah sekolah. Setiap tahun masalahnya selalu sama, sementara jumlah penduduk terus bertambah dan kebutuhan pendidikan semakin besar,” ujarnya.

Selain mengusulkan pembangunan SMA baru, dia juga memberikan sejumlah masukan terkait pola penerimaan siswa baru. Ia menilai jalur lingkungan atau domisili perlu dievaluasi agar peluang siswa dengan kemampuan akademik baik tetap terbuka, tanpa mengabaikan hak kelompok afirmasi yang membutuhkan akses pendidikan dekat dengan tempat tinggalnya.

Menurutnya, skema penerimaan dapat lebih menitikberatkan pada nilai rapor, prestasi akademik maupun non-akademik, afirmasi bagi keluarga kurang mampu, serta jalur mutasi. Dengan pola tersebut, proses seleksi dinilai akan lebih kompetitif sekaligus tetap memberikan ruang bagi kelompok yang membutuhkan perlindungan khusus.

Dalam pandangannya, investasi di bidang pendidikan seharusnya menjadi prioritas utama karena menyangkut kualitas sumber daya manusia di masa depan. Ia bahkan menyebut pembangunan sekolah akan memberikan dampak yang jauh lebih panjang dibanding program-program yang manfaatnya hanya dirasakan dalam waktu singkat.

“Kenyang jadi kotoran atau cerdas jadi masa depan bangsa. Pendidikan adalah investasi masa depan. Anak-anak yang memperoleh akses sekolah yang baik akan menjadi modal pembangunan bangsa ke depan, now or forever tuk Indonesia…” tegasnya.

Isu keterbatasan daya tampung SMA Negeri sendiri bukan hanya terjadi di Cipondoh. Setiap tahun, keluhan serupa juga muncul di berbagai wilayah Tangerang Raya seiring meningkatnya jumlah lulusan SMP yang tidak sebanding dengan kapasitas sekolah negeri yang tersedia. Kondisi ini membuat desakan pembangunan sekolah baru terus menguat dari masyarakat.

Aspirasi tersebut kini menjadi pekerjaan rumah bagi Pemerintah Provinsi Banten untuk menjawab kebutuhan pendidikan yang terus meningkat, sekaligus memastikan tidak ada anak yang kehilangan kesempatan melanjutkan pendidikan akibat keterbatasan kursi sekolah negeri. (red)

RELATED ARTICLES
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img

Berita Terbaru