TANGSEL – Menjelang pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Online 2026, Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Pemkot Tangsel) memastikan kesiapan sistem digital agar proses pendaftaran berjalan lebih lancar dibanding tahun sebelumnya. Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Tangsel mengklaim telah melakukan penguatan infrastruktur guna mengantisipasi lonjakan akses pengguna.
Kepala Diskominfo Tangsel, Tb Asep Nurdin, menegaskan bahwa perbaikan sistem menjadi prioritas utama setelah evaluasi pelaksanaan PPDB tahun-tahun sebelumnya.
“Untuk PPDB 2026, kami pastikan sistem berjalan lebih aman, stabil, dan andal demi kenyamanan masyarakat,” ujarnya, Minggu (03/05/2026).
Menurutnya, salah satu tantangan terbesar adalah lonjakan akses secara bersamaan pada hari pertama pendaftaran. Kondisi ini kerap memicu gangguan sistem yang berdampak pada kepanikan orang tua dan calon peserta didik.
Untuk mengantisipasi hal tersebut, Diskominfo menyiapkan aplikasi berbasis web terintegrasi dengan peningkatan kapasitas server. Teknologi load balancing dan sistem pemantauan real-time juga diterapkan agar kinerja sistem tetap optimal meski diakses puluhan ribu pengguna secara bersamaan.
“Kami juga telah melakukan uji coba beban (stress test) dan simulasi ketat untuk memastikan sistem tetap stabil saat terjadi lonjakan trafik,” jelas Asep.
Selain stabilitas, aspek keamanan data menjadi perhatian serius. Diskominfo memastikan sistem dilengkapi perlindungan berlapis guna menjaga kerahasiaan data pribadi calon siswa, sekaligus meminimalkan potensi gangguan siber.
Tak hanya itu, sejumlah fitur baru juga disiapkan untuk mempermudah proses pendaftaran. Mulai dari verifikasi data otomatis hingga pemantauan hasil seleksi secara real-time yang memungkinkan masyarakat melihat posisi mereka secara transparan.
Kelancaran PPDB 2026 juga ditopang kerja sama antara Diskominfo dan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Tangerang Selatan dalam integrasi data kependudukan serta penyelarasan jalur seleksi seperti zonasi, afirmasi, dan prestasi.
Meski sistem telah diperkuat, pemerintah tetap mengimbau masyarakat untuk melakukan persiapan sejak dini. Orang tua diminta menyiapkan dokumen digital seperti kartu keluarga dan akta kelahiran, serta memantau informasi resmi guna menghindari hoaks yang kerap muncul saat masa pendaftaran.
Dengan berbagai langkah tersebut, Pemkot Tangsel berharap pelaksanaan PPDB 2026 dapat berjalan lebih efektif, transparan, dan memberikan kemudahan bagi seluruh masyarakat.
Namun publik kini menanti pembuktian di lapangan—apakah sistem yang disiapkan benar-benar mampu menjawab persoalan klasik setiap tahun, atau kembali menghadirkan cerita lama saat hari pertama pendaftaran dibuka. (red)

