TANGERANG – Lagu Tikus-Tikus Kantor karya Iwan Fals saat ini tengah menempati posisi ke-2 dalam daftar trending kategori musik di Youtube. Hal ini dikarenakan liriknya menjadi pilihan banyak konten kreator menggambarkan situasi politik di Tanah Air beberapa hari ke belakang.
Lagu ini memiliki makna yang sangat tajam dan mengandung kritik sosial, ditujukan untuk para koruptor yang menggrogoti rakyat bak ‘tikus’ yang rakus. Selain itu, lagu Tikus-Tikus Kantor juga menyoroti penegakan hukum yang loyo terhadap para koruptor.
Iwan Fals dikenal sebagai salah satu musisi legendaris Indonesia yang kerap menyuarakan kritik sosial lewat karya-karyanya. Salah satu lagu lawasnya yang hingga kini masih relevan adalah “Tikus-Tikus Kantor.”
Lagu ini pertama kali dirilis pada 22 Mei 1986 dalam album Ethiopia yang diproduksi oleh Musica Studios. Mengutip dari laman Genius, lagu ini merupakan lagu yang ditulis sendiri oleh Iwan Fals.
“Tikus-Tikus Kantor” merupkan track list ke-3 dalam album Ethiopia yang berisikan sepuluh lagu. Sepuluh lagu tersebut termasuk lagu “Ethiopia,” “Sebelum Kau Bosan,” “14-4-’84,” “Willy,” “Entah,” “Kontrasmu Bisu,” “Berandal Malam Dibangku Terminal,” “Lonteku,” dan “Bunga-Bunga, Kumbang-Kumbang.”
Meski lagu ini merupakan lagu lawas, tetapi lagu “Tikus-Tikus Kantor” tetap eksis hingga kini. Saat artikel ini disusun pada Senin (1/9/2025), lagu “Tikus-Tikus Kantor” telah mengantongi sebanyak 59 juta pendengar di platfrom musik Spotify.
Lirik Lagu Tikus-Tikus Kantor – Iwan Fals
Kisah usang tikus-tikus kantor Yang suka berenang di sungai yang kotor Kisah usang tikus-tikus berdasi Yang suka ingkar janji, lalu sembunyi Di balik meja teman sekerja Di dalam lemari dari baja Kucing cepat harga ganti muka Segera menjelma bagai tak tercela Masa bodoh hilang diri Asal tak terbukti, ah, tentu sikat lagi Tikus-tikus tak kenal kenyang Raku, rakus bukan kepalang Otak tikus memang bukan otak udang Kucing datang tikus menghilang Kucing-kucing yang kerjanya molor Tak ingat tikus kantor datang menteror Cerdik, licin tikus mencakup tengik Mungkin karena sang kucing pura-pura mendelik Tikus tahu sang kucing lapar Kasih roti, jalanpun lancar Memang sial sang tikus teramat pintar Atau mungkin si kucing yang kurang ditatar Tikus-tikus tak kenal kenyang Rakus, rakus bukan kepalang Otak tikus memang bukan otak udang datang Kucing tikus menghilang


