TANGSEL – Delapan kasus Influenza A terkonfirmasi di Tangerang Selatan (Tangsel) sepanjang Agustus hingga September 2026. Meski demikian, Pemerintah Kota Tangsel meminta masyarakat tidak berlebihan menyikapi temuan tersebut, sekaligus tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap penularan penyakit saluran pernapasan.
Wali Kota Tangerang Selatan Benyamin Davnie mengatakan, pemerintah daerah melalui Dinas Kesehatan terus memantau perkembangan kasus melalui fasilitas pelayanan kesehatan. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan setiap perubahan situasi dapat diketahui lebih cepat.
“Yang penting masyarakat tetap tenang dan tidak perlu panik. Kita terus melakukan pemantauan melalui Dinas Kesehatan dan fasilitas pelayanan kesehatan,” ujar Benyamin, Selasa (6/10/2026).
Menurutnya, kewaspadaan masyarakat dapat dilakukan melalui kebiasaan sederhana, seperti menjaga kebersihan diri, menerapkan pola hidup bersih dan sehat, serta segera mendapatkan pemeriksaan apabila muncul keluhan yang mengarah pada infeksi saluran pernapasan.
Benyamin menambahkan, surveilans dan koordinasi dengan fasilitas kesehatan terus diperkuat. Dengan pemantauan secara berkala, pemerintah berharap potensi peningkatan penularan dapat diketahui sejak awal dan segera ditindaklanjuti.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Tangsel dr. Allin Hendalin Mahdaniar menjelaskan, delapan kasus Influenza A tersebut diketahui melalui laporan Sentinel ILI Puskesmas Serpong 1 yang tercatat dalam aplikasi New Alla Record (NAR).
Kasus tersebut ditemukan secara bertahap, yakni satu kasus pada 19 Agustus, tiga kasus pada 1 September, dua kasus pada 14 September, dan dua kasus lainnya pada 15 September 2026. Sampel pemeriksaan kemudian dilakukan di Laboratorium Kesehatan Masyarakat Jakarta.
Seluruh pasien terkonfirmasi mengalami gejala yang masuk dalam indikator Influenza Like Illness (ILI), antara lain demam dengan suhu 38 derajat Celsius atau lebih, batuk, pilek, serta sakit tenggorokan.
Namun, Allin menekankan masyarakat perlu memahami satu hal penting: angka 256 kasus ILI yang tercatat pada Sistem Kewaspadaan Dini dan Respons (SKDR) minggu ke-36 bukan berarti terdapat 256 kasus Influenza A.
“ILI merupakan kondisi dengan gejala menyerupai influenza yang dapat disebabkan oleh berbagai virus, termasuk Influenza tipe A, B, maupun C,” jelas Allin.
Dengan demikian, delapan kasus yang telah terkonfirmasi secara laboratorium perlu dibedakan dari ratusan laporan ILI yang masih merupakan kategori berdasarkan gejala. Penegasan ini penting agar informasi mengenai perkembangan influenza di Tangsel tidak menimbulkan kepanikan maupun kesalahpahaman di tengah masyarakat.
Allin mengatakan, Dinkes Tangsel akan terus melakukan surveilans melalui puskesmas dan fasilitas kesehatan lainnya. Koordinasi lintas sektor juga diperkuat sebagai bagian dari sistem deteksi dini terhadap kemungkinan perubahan pola penularan.
Ia juga meminta masyarakat lebih selektif menerima informasi mengenai kesehatan dan tidak ikut menyebarkan kabar yang belum memiliki sumber terpercaya.
“Yang paling penting masyarakat tetap tenang, tetapi waspada. Kenali gejalanya, lakukan pencegahan, dan segera periksa apabila kondisi kesehatan membutuhkan penanganan,” tuturnya. (Red)



